Banyak orang bilang, “Kalau mau mulai bisnis, ya langsung aja jualan. Nanti juga sambil jalan bakal ketemu caranya.”
Sekilas terdengar masuk akal. Masalahnya, banyak orang yang mengikuti saran ini justru berhenti di tengah jalan. Bukan karena mereka malas, tapi karena mereka memulai dari tahap yang salah. Produk belum jelas, target pasar belum tahu, bahkan alasan membangun bisnis pun masih kabur. Akhirnya yang terjadi adalah waktu habis untuk mencoba-coba, uang keluar tanpa arah, dan semangat perlahan menghilang.
Padahal, jualan bukanlah langkah pertama dalam membangun bisnis. Jualan hanyalah hasil dari serangkaian proses yang dilakukan sebelumnya.
Coba bayangkan kamu ingin membangun rumah. Kamu tentu tidak akan memasang genteng sebelum pondasinya selesai dibuat. Kalau pondasinya lemah, rumah sebagus apa pun tetap berisiko roboh. Bisnis juga bekerja dengan cara yang sama. Semakin kuat fondasinya, semakin besar peluang bisnis itu bertahan dan berkembang.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut tujuh tahapan yang sebaiknya kamu lakukan sebelum mulai berjualan.
- Kenali Niat dan Alasan Utama: Sebelum memikirkan produk yang ingin dijual, berhentilah sejenak dan tanyakan satu pertanyaan sederhana kepada diri sendiri “Kenapa saya ingin membangun bisnis?” Jangan sampai jawabannya hanya karena sedang tren, melihat teman berhasil, atau ingin cepat kaya. Alasan seperti itu biasanya hanya mampu bertahan selama semangat masih tinggi. Ketika bisnis mulai menghadapi tantangan, motivasi tersebut sering kali ikut menghilang. Sebaliknya, pikirkan masalah apa yang benar-benar ingin kamu bantu selesaikan. Bisnis yang bertahan lama hampir selalu lahir dari keinginan untuk memberikan solusi, bukan sekadar menghasilkan keuntungan. Keuntungan memang penting. Namun keuntungan biasanya datang ketika kamu berhasil memberikan nilai kepada orang lain.
- Cari Masalahnya Dulu, Baru Buat Solusinya: Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan pemula, mereka membuat produk terlebih dahulu, lalu sibuk mencari orang yang mau membelinya. Padahal prosesnya justru sebaliknya. Mulailah dengan mengamati kehidupan sehari-hari. Perhatikan apa yang sering dikeluhkan orang. Kesulitan apa yang mereka alami? Aktivitas apa yang terasa ribet? Apa yang membuat mereka rela mengeluarkan uang agar masalahnya cepat selesai? Semakin nyata masalah yang kamu temukan, semakin besar peluang solusi yang kamu buat benar-benar dibutuhkan. Ingat, orang tidak membeli produk. Mereka membeli solusi.
- Tentukan Siapa yang Akan Kamu Bantu: Banyak orang berkata, “Produk saya cocok untuk semua orang.” Kalimat itu terdengar menjanjikan, padahal justru berbahaya. Kalau semua orang adalah targetmu, biasanya tidak ada satu pun yang merasa produk itu benar-benar dibuat untuk mereka. Karena itu, tentukan satu kelompok orang yang paling membutuhkan solusi yang kamu tawarkan. Misalnya mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, pemilik UMKM, atau kelompok lainnya. Lalu pelajari mereka lebih dalam: Apa kebiasaan mereka? Apa yang mereka takutkan? Apa tujuan yang ingin mereka capai? Apa yang membuat mereka akhirnya memutuskan membeli sesuatu? Semakin kamu memahami calon pelanggan, semakin mudah membuat produk yang benar-benar mereka inginkan.
- Baru Buat Produk atau Solusinya: Setelah masalahnya jelas dan target pasarnya sudah ditentukan, barulah kamu mulai membuat solusi. Solusi itu bisa berbentuk produk fisik, jasa, kelas online, aplikasi, ataupun produk digital. Bentuknya tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah apakah solusi tersebut benar-benar membantu menyelesaikan masalah pelanggan, jangan berusaha membuat produk yang sempurna sejak awal. Buat versi terbaik yang bisa segera diuji ke pasar. Dari sana kamu akan mendapatkan masukan nyata untuk terus memperbaikinya. Pastikan juga ada alasan yang membuat orang memilih produkmu dibandingkan produk lain. Keunggulan itu tidak harus selalu harga murah. Bisa berupa kualitas, pelayanan, kemudahan, pengalaman, atau cara penyampaiannya.
- Rapikan “Dapur” Bisnis: Banyak orang hanya fokus pada bagian depan, yaitu promosi dan penjualan, padahal ada bagian yang tidak kalah penting, yaitu apa yang terjadi di balik layar. Sebelum menerima banyak pesanan, pastikan semua proses sudah dipikirkan dengan baik: Bagaimana produk dibuat? Bagaimana proses pengirimannya? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap pekerjaan? Bagaimana jika pesanan tiba-tiba meningkat dua kali lipat? Selain itu, biasakan sejak awal memisahkan uang pribadi dan uang bisnis. Kesalahan sederhana ini sering membuat pemilik usaha merasa bisnisnya untung, padahal uangnya sudah habis tercampur untuk kebutuhan sehari-hari. Dapur bisnis yang rapi akan membuat bisnismu lebih siap berkembang.
- Bangun Cerita di Balik Brand: Di era sekarang, orang tidak hanya membeli produk, mereka juga membeli rasa percaya. Itulah sebabnya dua produk yang kualitasnya hampir sama bisa memiliki harga yang sangat berbeda. Salah satunya berhasil membangun cerita dan hubungan dengan pelanggannya. Mulailah memperkenalkan brand-mu secara jujur: Ceritakan mengapa bisnis ini dibuat? Nilai apa yang ingin kamu bawa? Masalah apa yang ingin kamu selesaikan? karna orang jauh lebih mudah mengingat cerita dibanding sekadar daftar fitur produk. Ketika pelanggan merasa terhubung dengan brand-mu, mereka bukan hanya membeli sekali. Mereka punya alasan untuk kembali.
- Sekarang Saatnya Mulai Jualan: Kalau enam tahapan sebelumnya sudah selesai, barulah kamu masuk ke proses penjualan. Bedanya, sekarang kamu tidak lagi asal mencoba: Kamu sudah tahu siapa calon pembelinya. Kamu sudah tahu masalah yang mereka alami. Kamu juga sudah tahu kenapa mereka perlu memilih produkmu. Promosi pun menjadi jauh lebih terarah karena setiap pesan yang kamu sampaikan memang dibuat untuk orang yang tepat. Setelah itu, tinggal pilih media penjualannya. Kamu bisa memanfaatkan media sosial, marketplace, website, atau kombinasi dari semuanya sesuai kebutuhan bisnis.
Yang perlu diingat, jualan bukanlah awal dari bisnis. Jualan adalah hasil dari persiapan yang matang. Semakin kuat fondasi yang kamu bangun sejak awal, semakin besar peluang bisnismu untuk tumbuh, bertahan, dan berkembang dalam jangka panjang. Jangan Mulai Bisnis dari Jualan. Mulailah dari 7 Tahapan Ini
Baca, analisis, bertumbuh: Semua yang kamu butuhkan untuk membangun bisnis, mulai dari artikel, eBook, hingga AI Business Assistant, ada di satu tempat. Kunjungi Verdict.id