Untung asli kamu
sebenarnya berapa?
Isi 4 angka, ketahuan laba bersih per produk dan marginnya. Semua dihitung di HP kamu sendiri — nggak ada data yang dikirim.
Angka produk kamu
yang dibayar pembeli
harga beli atau biaya produksi
isinya 0 kalau pembeli yang bayar
kardus, bubble wrap, lakban
total belanja iklan ÷ produk terjual
Shopee/Tokopedia biasanya 2–8% tergantung kategori
Dihitung di HP kamu sendiri. Nggak ada angka yang dikirim ke server kita.
6 biaya yang paling sering kelupaan
HPP bukan cuma harga beli barangnya. Ini yang biasanya nggak ikut dihitung.
Kalau kamu yang bayar ongkir, itu biaya — bukan bonus buat pembeli.
Bubble wrap, kardus, lakban, kartu ucapan. Kelihatan kecil, tapi dijumlahin setahun besar.
Shopee/Tokopedia ambil potongan dari harga jual. Itu langsung motong margin.
Belanja iklan dibagi jumlah produk terjual = biaya per produk. Ini yang paling sering dilewat.
Kalau 5% barang kembali, 5% dari biaya produksi hangus. Masukin sebagai rata-rata.
Transfer bank, payment gateway, dan pajak final juga ambil bagian.
Rumusnya cuma empat baris
Baris terakhir itu yang paling sering bikin kaget: kadang harga jual yang kamu pasang sekarang memang nggak cukup buat nutup semua biaya — dan itu kelihatan begitu angkanya dihitung.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu HPP?
HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah total biaya yang kamu keluarkan supaya satu produk sampai ke pembeli — bukan cuma harga beli barangnya. Termasuk ongkir, packing, komisi marketplace, dan biaya iklan.
Kenapa laba saya terasa banyak tapi duitnya habis?
Biasanya karena HPP-nya belum lengkap. Omzet tinggi terasa menyenangkan, padahal biaya iklan dan komisi marketplace sudah makan sebagian besar. Yang penting bukan omzet, tapi untung bersih.
Berapa margin yang sehat?
Nggak ada angka tunggal — tergantung jenis produk. Sebagai patokan kasar: di atas 20% sehat, 10–20% tipis, di bawah 10% rawan, dan kalau nol atau minus berarti kamu jualan buat rugi. Pakai sebagai rambu, bukan hukum.
Apakah data saya dikirim ke server?
Tidak. Semua hitungan jalan di HP atau laptop kamu sendiri. Nggak ada data yang kita simpan atau lihat.
Apa bedanya dengan Excel?
Excel bisa, tapi kamu harus bikin dan rawat rumusnya sendiri, tiap hari. Di Verdict, biaya-biaya ini kepakai otomatis begitu kamu input, dan angkanya langsung jadi keputusan.
Ngitung sekali doang nggak cukup. Bisnis itu tiap hari.
Masalahnya bukan nggak bisa ngitung — tapi males ngitung tiap hari. Di Verdict, biaya dan harga kamu kepakai otomatis, terus untung bersihnya langsung kelihatan.
Coba Verdict GratisGratis, nggak pakai kartu kredit. Butuh kapasitas lebih baru bayar.